Kenali Penyebab Wanita Terlalu Sering Alami PMS

Pre Menstruation Syndrome (PMS) merupakan kumpulan gejala fisik, psikologis, dan emosi yang terkait dengan siklus menstruasi wanita. Sekitar 80 hingga 95 persen perempuan pada usia melahirkan mengalami gejala-gejala pramenstruasi yang dapat mengganggu beberapa aspek dalam kehidupannya. Gejala tersebut dapat diperkirakan dan biasanya terjadi secara regular pada dua minggu periode sebelum menstruasi.

Kenali Penyebab Wanita Terl - Kesehatan : Kenali Penyebab Wanita Terlalu Sering Alami PMS

Gangguan kesehatan berupa pusing, depresi, perasaan sensitif berlebihan sekitar dua minggu sebelum haid biasanya dianggap hal yang lumrah bagi wanita usia produktif. Sekitar 40% wanita berusia 14 – 50 tahun, menurut suatu penelitian, mengalami sindrom pra-menstruasi atau yang lebih dikenal dengan PMS (pre-menstruation syndrome).

Survei tahun 1982 di Amerika Serikat menunjukkan, PMS dialami 50% wanita dengan sosio-ekonomi menengah yang datang ke klinik ginekologi.

Gangguan kesehatan PMS ini dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal atau dalam tubuh. Magnesium, zat yang dibutuhkan dalam tubuh memiliki banyak fungsi selain peran pentingnya dalam penyerapan dan metabolisme kalsium dalam tulang dan darah.

Peran lain magnesium tersebut adalah meningkatkan kerja saraf dan otot, menjaga metabolisme glukosa, anti-stres dan depresi, menjaga tekanan darah tetap stabil, sistem kardiovaskular, mencegah PMS dan fibromyalgia, mencegah endapan kalsium, batu ginjal, dan batu empedu, serta melancarkan pencernaan dan relaksasi otot.

Ketika seorang wanita mengalami Pre-Menstrual Syndrome (PMS), kadar kalsium dalam tubuhnya akan berfluktuasi. Dalam kondisi ini, hormon ovarium dapat mempengaruhi metabolisme kalsium, magnesium dan vitamin D.

Untuk mengatasi kekurangan magnesium yang diakibatkan oleh PMS, wanita disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung magnesium tinggi atau suplemen, atau juga diberikan Magnesium Therapy pada wanita PMS dengan red cell magnesium yang rendah.

Sedangkan jika kalsium dalam darah rendah, maka seseorang bisa merasakan beberapa masalah kesehatan. Misalnya:

  • Kontraksi otot polos.Diare atau intoleran laktosa/gluten, gangguan absorbsi dan abnormalitas elektrolit.
  • Pada sistem saraf perifer ditemukan baal.
  • Manifestasi sensitif, bingung, halusinasi, dementia, extra pyramidal.

Dalam sebuah penelitian yang ditulis Journal of Clinical Nutrition (1985) dikatakan, penderita hipertensi mempunyai kadar magnesium yang rendah dibandingkan mereka yang mempunyai tekanan darah normal. Oleh karenanya, magnesium dapat bermanfaat sebagai hipotensi agent pada jenis hipertensi ringan.

Begitu juga dengan para penderita diabetes retinopati dengan terapi insulin, mereka juga mempunyai kadar magnesium yang rendah. Rendahnya kadar magnesium penderita diabetes melitus menjadi salah satu faktor risiko yang meningkatkan komplikasi.

Jangan abaikan hal ini yah, tentu tidak ingin kan saat menstruasi justru PMS mengganggu hari-hari anda?. So, penuhi kebutuhan magnesium dalam tubuh agar tetap terjaga dari PMS dan juga menjaga tubuh agar tetap sehat.

Selain meningkatkan risiko hipertensi, Journal of the American College of Nutrition 4 menuliskan, magnesium yang rendah dalam darah dapat meningkatkan resiko coronary spasme (angina) dan kerusakan otot jantung. So, pastikanlah asupan magnesium harian Anda tercukupi. Yakni, dengan mengkonsumsi sayuran-sayuran hijau seperti bayam, kol, dan kangkung, ikan air dingin seperti halibut dan salmon, serta berbagai biji-bijian dan kacang- kacangan.

Asupan magnesium dapat juga diperoleh dari suplemen magnesium dengan dosis 250 mg sebagai bagian diet sehari-hari. Carilah suplemen yang menyediakan magnesium dalam bentuk magnesium sitrat atau aspartat untuk hasil terbaik.

Bermanfaat? Share ke teman-temanmu, Klik:
Rating: 94 dari total 100, oleh 85 pembaca

Tag: pre menstruasi syndrome, masalah emosional wanita, menstruasi, sindrom prahaid, masalah haid, gangguan menstruasi, penyebab PMS, kesehatan wanita .


Jangan lupa gabung dengan BincangWanita di Facebook:

Apa komentarmu terkait artikel ini?