6 Penyebab Bau Mulut

Bau mulut menyebabkan ketidaknyamanan. Bau mulut atau halitosis terdiri dari dua jenis yaitu transient dan persisten. Transient bersifat sementara, biasanya hilang dengan berkumur atau menyikat yang bisa diatasi dengan menjaga kebersihan mulut, menjaga kesehatan gigi, dan perubahan gaya hidup. Sedangkan bau mulut persisten merupakan kondisi serius/lebih permanen yang memerlukan perawatan untuk mendiagnosis masalah penyebabnya.

6 Penyebab Bau Mulut - Gaya Hidup : 6 Penyebab Bau Mulut

Bau mulut dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya ada 6 Penyebab Bau Mulut yang diuraikan berikut ini.

1. Makanan

Sudah pasti makanan menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya bau mulut. Mengkonsumsi makan yang berbau seperti bawang, petai atau jengkol dapat menyebabkan bau mulut meski bersifat sementara. Kandungan makanan tersebut diserap dalam aliran darah dalam proses pencernaan. Dalam paru-paru, bau tajam lantas ditrasfer ke udara yang dihembuskan melalui hidung/mulut.

Bau mulut yang disebabkan makanan dapat bertatahn hingga 72 jam bila dibiarkan. Untuk menghilangkannya lebih cepat, anda bisa berkumur dengan mouth was, sikat gigi.

2. Kebersihan mulut yang tidak terjaga dan penyakit periodontal

Kebersihan mulut yang buruk mengakibatkan akumulasi sisa makanan dalam mulut. Berbagai jenis bakteri dalam mulut menguraikan sisa makanan dan melepaskan gas hidrogen sulfida yang menyebabkan bau busuk. Jarang menyikat gigi menyebabkan bakteri dan partikel makanan membentuk lapisan lengket tidak berwarna pada gigi.

Bila dibiarkan berlama-lama, akan terbentuk plak dan karang gigi yang memicu kerusakan gigi serta penyakit periodontal.

3. Hidung dan tenggorokan

Penyebab bau mulut mungkin berhubungan dengan hidung. Setiap zat asing yang terjebak dalam hidung dapat menimbulkan bau mulut. Infeksi sinus, misalnya, menyebabkan keluarnya cairan dari sinus yang melewati bagian belakang tenggorokan sehingga menimbulkan bau busuk. Beberapa jenis infeksi tenggorokan juga memicu bau mulut. Aktivitas bakteri di tonsil bisa pula menyebabkan bau mulut ringan.

4. Tembakau dan alkohol

Tidak semua wanita bebas dari rokok dan alkohol, beberapa wanita memiliki gaya hidup tak sehat ini. Tembakau dan alkohol menyebabkan mulut kering yang berakhir dengan bau mulut. Selain itu, zat pada rokok seperti tar dan nikotin bisa menumpuk di dalam mulut dan memicu penyakit periodontal serta bau mulut.

Demikian juga, konsumsi alkohol berpotensi mengakibatkan masalah pencernaan yang juga dihubungkan dengan bau mulut.

5. Mulut kering dan puasa

Bau mulut umum dirasakan saat bangun pagi. Hal ini disebabkan oleh penurunan produksi air liur selama tidur. Oleh karena itu, air liur memiliki peran yang sangat penting dalam membersihkan dan melembabkan mulut. Selain itu, air liur memiliki kemampuan membunuh bakteri di dalam mulut.

Itu sebab, penurunan produksi air liur akan menyebabkan bau mulut. Puasa juga memicu bau mulut akibat terjadinya pemecahan bahan kimia (ketoasidosis).

6. Penyakit dan penyebab lain

Beberapa jenis kanker bisa menyebabkan bau mulut, begitu juga dengan infeksi paru-paru dan abses. Selain itu, gagal ginjal menghasilkan napas berbau seperti urin, sedangkan bau amis menandakan adanya masalah pada hati. Diabetes dan asam refluks kronis dapat pula menyebabkan bau mulut. Sebagian orang mungkin mengalami bau mulut karena intoleransi laktosa.

Dehidrasi menyebabkan masalah pencernaan dan sembelit juga merupakan salah satu penyebab bau mulut. Gigi palsu dapat pula memicu halitosis jika tidak dibersihkan dengan benar.

Hal yang paling penting adalah menjaga kebersihan dan kesehatan mulut dan perhatikan Penyebab Bau Mulut dan hindari hal tersebut. Bila Bau mulut anda bersifat permanent/persisten, konsultasikan pada dokter THT agar mendapatkan solusi yang sehat dan tepat untuk mengatasi bau mulut anda.

Bermanfaat? Share ke teman-temanmu, Klik:
Rating: 94 dari total 100, oleh 85 pembaca

Tag: penyebab bau mulut, kebersihan mulut, halitosis, halitosis persisten, bau mulut, halitosis transient, Mulut, .


Jangan lupa gabung dengan BincangWanita di Facebook:

Apa komentarmu terkait artikel ini?